Kamis, 08 September 2011

Liburan harus tetap berisi manfaat


Alhamdulillah, liburan sekolah kembali tiba. Anak-anak tentu sangat antusias menghadapinya, demikian juga orang tua. Banyak keinginan yang ingin dilakukan oleh anak. Mereka tentu ingin merasakan suatu pengalaman baru yang menarik dan menyenangkan.  Tidak sedikit orangtua bahkan dengan sengaja menjadwalkan cuti untuk menemani anaknya berlibur. Orang tua yang selama ini sibuk bekerja sehingga interaksi dengan anak-anak sangat terbatas  melihat peluang bagus untuk melakukan kegiatan bersama seluruh keluarga.

Tentu sangat baik jika setiap menjelang libur  sekolah  orang tua secara sengaja menyusun rencana untuk mengisi hari-hari itu dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi semua. Jadi,  liburan harus bisa dijadikan sebagai kesempatan bagi orang tua untuk memperbaiki yang kurang dalam proses pendidikan.  Pada dasarnya, pendidikan bertujuan untuk menjadikan anak lebih berkualitas. Anak diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan di bidang akademis, tetapi sekaligus memiliki keterampilan dan kepribadian Islam yang tangguh. Beberapa aktivitas kaya manfaat yang dapat dilakukan selama liburan antara lain:
  1. Meningkatkan pemahaman Agama
    Masa liburan juga bisa digunakan untuk meningkatkan pemahaman anak pada ajaran Agama. Mulai dari peningkatkan kualitas ibadah, hafalan ayat-ayat al-Quran, kajian sirah Nabi saw. dan para sahabat sampai peningkatan semangat juang mereka. Kalau tidak ada program pesantren kilat, orang tua bisa berinisiatif membuat program semacam itu di lingkungan tempat tinggalnya, misalnya, dengan mengadakan lomba kultum (ceramah singkat), cerdas cermat dan sebagainya. Kegiatan semacam ini akan melatih keberanian sekaligus pengalaman yang sangat berharga buat anak. Jika perlu, siapkan hadiah spesial untuk para pemenang agar anak bersemangat dan berusaha tampil sempurna.   
  2. Melatih keterampilan rumah tangga.
    Liburan sangat baik dimanfaatkan untuk melatih keterampilan anak dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Pekerjaan rumah sehari-hari memang terlihat sepele, tetapi kalau tidak terlatih, akan membuat anak canggung ketika harus mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Masa liburan adalah kesempatan bagi orangtua untuk mengenalkan pada mereka bagaimana memegang sapu yang benar, mencuci piring, merapikan tempat tidur, melipat baju, menyeterika dan pekerjaan rumah lainnya. Orangtua harus terlibat aktif dalam mengajarkan keterampilan pekerjaan rumah ini sehingga anak tahu persis cara yang benar. Jika dikerjakan bersama-sama dan diselingi canda, anak-anak juga akan merasa gembira. Jadi, siapa bilang rekreasi harus selalu berarti pergi jauh?
  3. Menjalin keakraban anggota keluarga.Silaturahmi merupakan amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. Mengisi waktu liburan dengan silaturahmi kepada kerabat sangat baik dilakukan. Namun,  kalau anak-anak berencana akan tinggal di rumah nenek, misalnya, untuk waktu yang agak lama, pastikan bahwa semua akan berjalan baik; anak-anak tidak merepotkan sang nenek dan pastikan juga bahwa pengasuhan beliau selaras dengan pola pengasuhan dan rutinitas yang selama ini sudah diterapkan di dalam keluarga. Dengan begitu, sepulang liburan anak-anak memang mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dan  tidak kehilangan apa-apa yang selama ini sudah diupayakan bersama di rumah dengan anggota keluarga.
  4. Membangun kepedulian terhadap sesama Muslim.Masa libur juga merupakan  kesempatan bagi orangtua untuk membangun kepedulian anak terhadap saudaranya sesama muslim. Misalnya dengan cara mengakseskan mereka informasi lewat media cetak dan elektonik yang berkaitan dengan perkembangan negeri-negeri Muslim, penderitaan mereka dan problem yang melanda kaum Muslim baik di Indonesia maupun di negeri-negeri Muslim lainnya. Langkah praktis lain yang bisa dilakukan misalnya dengan memutar film-film atau mengumpulkan berita-berita yang berkaitan dengan perkembangan kaum Muslim, dan kemudian mendiskusikannya serta mengajak mereka untuk menyusun rencana aksi. Misalnya, yang paling sederhana, mereka bisa diajak untuk menyisihkan sebagian uang tabungannya untuk membantu saudara sesama Muslim yang sedang menderita itu.
  5. Mengasah rasa kepekaan sosial.Libur juga merupakan kesempatan  untuk mengasah rasa kepekaan sosial anak terhadap lingkungan. Aksi bongkar lemari pakaian anak-anak dan memberikannya sebagian kepada yang memerlukan merupakan langkah yang terpuji. Anak-anak juga bisa diajak mengunjungi panti-panti asuhan, agar mereka bisa turut merasakan sedihnya tidak memiliki  ayah / ibu dan berbagi keceriaan bersama mereka. Hal ini akan dapat melatih anak untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang sudah Allah Swt. berikan.
  6. Mengenalkan Allah melalui ciptaan-Nya.Jika berencana untuk berpergian (berwisata), pilihlah berwisata ke alam bebas. Pergi ke pegunungan atau pantai adalah pilihan yang tepat. Di tempat-tempat seperti itu, anak akan belajar banyak hal. Mereka akan mengenal berbagai macam pohon yang selama ini belum pernah mereka lihat. Anak dapat memegangnya, merasakan keras batangnya, bau daunnya, buahnya atau bunganya. Bahkan kalau memungkinkan, biarkan anak memanjatnya, tentu dengan tidak merusaknya. Dengan mengenali berbagai macam pohon dan keindahan alam, sekaligus anak akan lebih memahami kebesaran Allah Swt. Kenalkan lepada anak sebanyak mugkin tanam-tanaman. Jangan sampai dia tidak tahu bahwa nasi yang selama ini dia makan berasal dari padi yang terbentang hijau di sawah. Lebih bagus kalau anak juga diperlihatkan bagaimana proses pembuatannya sampai menjadi beras.
    Di pantai yang terbentang luas, anak akan dapat berlari-lari, bermain air dan pasir,  sekaligus merasakan betapa kecilnya dia dibandingkan dengan alam semesta apalagi Allah Swt. Di lautan anak mungkin akan melihat bermacam ikan, yang selama ini hanya dia lihat ketika siap disantap di meja makan. Anak juga bisa mengumpulkan kerang, melihat berbagai binatang laut yang merayap di atas pasir yang selama ini hanya dia lihat di televisi atau buku. Bahkan mungkin juga dia bisa merasakan gigitan salah satu dari binatang-binatang itu.  
Penutup
Banyak hal yang bisa dilakukan pada setiap kali liburan, asal semuanya direncanakan dengan baik. Dengan cara itu, insya Allah anak akan menjadi lebih berkualitas. Jelas sekali bahwa  libur sekolah bukan berarti anak berhenti  belajar. Liburan harus dijadikan lebih bermakna, berkesan dan tetap dijadikan arena untuk mendidik. Anak-anak gembira, orangtua merasa lega, semua merasa bahagia.

Remaja 16 Tahun Meninggal Dunia Akibat Kebanyakan Masturbasi


TRIBUNNEWS.COM - Seorang remaja berusia 16 tahun asal Brasil dilaporkan meninggal dunia akibat kebanyakan melakukan masturbasi. Demikian dilansir Daily Chili, awal pekan ini.
Ia dikabarkan melakukan masturbasi sebanyak 40 kali sepanjang malam, pada bulan lalu, dan ditemukan meninggal pada pagi hari oleh sang ibu.
Si ibu berencana membawa putranya ke pengobatan kecanduan seks namun yerlambat. Seorang teman kelas si bocah yang namanya dirahasiakan itu mengatakan sang teman kecanduan seks dan suka melihat tubuh perempuan dalam segala bentuk dan umur.
Ia juga bahkan meminta temannya menonton dirinya melakukan masturbasi melalui kamera. Di kamar remaja itu ditemukan tumpukan majalah pornografi. Bahkan, terdapat kumpulan gambar-gambar erotis dan film juga ditemukan di komputernya.

Asisten pelatih timnas Indonesia untuk Pra-Piala Dunia, Liestiadi, menyatakan tidak ada rencana dari pelatih Wim Rijsbergen untuk merombak skuadnya



Inilah.com, Jakarta- Sebelumnya, anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus koordinator timnas, Bob Hippy, mengungkapkan rencana perombakan sebagian besar skuad tim senior dengan skuad U-23 yang diproyeksikan untuk SEA Games usai menelan dua kekalahan di dua laga perdana Grup E Kualifikasi Piala Dunia 2014, melawan Iran dan Bahrain.
“Mengenai hal ini saya belum dengar ya? Jadi saya tidak bisa berkomentar. Saya hanya bisa mengatakan apa yang saya dengar dari coach Wim,” ujar Liestiadi, saat dihubungi INILAH.COM, Kamis (8/9/11).” Dan sampai sekarang coach Wim belum mengeluarkan pernyataan mengenai itu.”
Liestiadi justru mengungkapkan sebaliknya, bahwa Wim tetap akan mempertahankan skuad yang ada setidaknya hingga liga bergulir 8 Oktober nanti.
“Yang saya tahu, dia (Wim) akan baru akan mengganti pemain apabila mendapatkan pemain yang cocok. Dia akan mencari lewat kompetisi. Nah, kompetisi baru akan dimulai tanggal 8, sementara lawan Qatar tanggal 11 (Oktober),” lanjutnya. “Jadi kita akan berdayakan skuad yang ada sekarang.”
Dijelaskan Liestiadi, Wim juga tidak berniat mengadakan seleksi pemain hingga 11 Oktober mendatang. “Tidak ada. Coach Wim hanya mau mencari pemain lewat kompetisi,” tandasnya.
Ketua umum PSSI, Johar Arifin, juga membantah apa yang diungkapkan Bob Hippy kemarin tersebut. “Itu hanya isu. Kita tidak akan menggunakan pemain timnas U-23 karena mereka sendiri dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games.”

Rabu, 07 September 2011

Selamat Datang

Selamat Datang di Website resmi Information Sharing atau Bagi-bagi Informasi " Meliputi Dunia IT, Selebritas, Usaha, Bisnis, Pendidikan dan lain-lain. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.